Selasa, 17 November 2015

Jangan golput

Berdirinya suatu negara tidak terlepas dari proses politik, banyak yang anti bahkan tidak peduli tentang politik. Tidak bisa di salahkan memang, ini semua terjadi karena memang masyarakat melihat sepertinya yang terjadi disana hanya bagi bagi kue saja, para politisi tidak memperlihatkan adanya integritas dengan maraknya suap menyuap di seluruh aspek. Belum lagi partai yang kelihatannya timbul pad waktu pemilu saja, habis pemilu partai pun senyap lah. Pengkaderan pun tak berjalan dan tak beregenerasi dengan baik. Terbukti sekarang cuma 2 calaon pasangan saja yang maju dan bertanding di pilgub Kepri ini. Ironis juga, partai banyak tapi tidak mewakili rakyat seluruhnya, mereka hanya mewakili golongan2 mereka saja. Kepercayaan rakyat tergerus dan semakin habis belakangan ini. Itulah kenapa rakyat anti dengan politik dan condong kepada golput alias tidak memilih. Pelajaran dan teladan politik yang di berikan kebanyakan dikasih uang suruh pilih, rakyat si biasakan dengan dikasih uang baru pilih, akhirnya rakyat terbiasa memilih karena uang dan tidak mementingkan siapa yang dipilih. Orang baik enggak? Track record nya bagus enggak? Visi misinya apa? Rencana strategis nya apa? Ramah dan cinta lingkungan enggak? Sedikit dan bahkan tidak ada yang mikir seperti itu dan malas mikir juga, terjebak di salam arena populis, pamer2 muka aja di ruang publik. Akibat nya adalah hasil pemilu atau politisi yang menang dan menjabat adalah yang punya uang saja alias yang masuk angin alias yang kerjanya sembarangan. Dan kembali lagi rakyat yang sengsara dan rakyat menjadi tidak percaya lagi, dikasih uangpun mereka ambil tapi tak milih alias golput. Tapi ternyats salah jugs, golput mengakibatkan keadaan semakin parah, membuat sikaya semakin merajalela membeli suara dari rakyat yang masih belum open mind. Jalan satu satunya adalah peduli, ambil tau, awasi, laporkan. Kita harus rau siapa yang kita pilih bikan sekedar nama dan mukanya saja, tapi semua latar belakangnya juga, dan yang dipilih juga harus bersedia di adili/introgasi dimasa kampanye oleh rakyat. Kita harus memilih orang baik, sudah saatnya rakyat yg baik dan lurus2 dan tak neko2 ni bersatu alias kompak. Masak penjahat dan para koruptor aja yang kompak, kita jugak lah, orang jahat menang karna yang baik hanya berdiam. Memilih juga merupakan kewajiban dan tanggung jawab pribadi kita sebagai rakyat terhadap negara tercinta ini. Negara keren dan paten tu negara yg rakyatnya pedulu dan peka serta berpartisipasi terhadap proses politik, karna di sana semua hal yang menyangkut kehidupan hajat orang banyak di putuskan oleh mereka yg di lingkaran politik. Semua keputusan dan kebijakan, mereka mengatasnamakan rakyat bangsa indonesia, mengatasnamakan kita sendiri khususnya, kita harus tau itu apa saja yg mereka kerjakan. #uchok22agustus. Di digitalkan 16 november 2015 di tempat jualan eskrim. Piss.